Archive for July, 2008

makna ?

Thursday, 17 July, 2008

 berangan memetik manik hujan

tangkupkan dua tangan dan tengadah

masih tampak warna jingga

sisa kelam di ujung langit

seperti goresan lukisan dewa

yang menoreh warna dengan angkuh

 

bermimpi menghirup wangi dupa

di tengah tak tentu yang hilang arah

seperti sulur-sulur melati yang merambat

di samping gazebo malaikat

tempat mereka berdiam khidmat

 

sederetan kisah telah mulai usang

pun puisi yang tak lagi puitis

telah kehilangan makna

 

ketika rembulan malas

Thursday, 17 July, 2008

 saat matahari mulai bercakap

rembulan memelintirkan tubuhnya

dalam kelelahan

semalam, telah begadang dia

menyibak kabut dan awan

yang dengan nakalnya

menutup bintang

angin mulai terasa hangat

saat burung menyantap sarapannya

seonggok daun kering terpuruk

di sana

 

sobat,

kuharap engkau ikut kepedihan ini

yang mulai kurasa menguras rasa perihku

tolong aku sobat

mungkin engkau mampu menawarkannya

 

tiap detik aku berharap

tiap saat ku meratap

tiap kali pula kurasa torehan tajam di dadaku

sebanyak doa-doa yang kuhembuskan

bersama nafasku yang semakin lemah

lemah lemah…

 

rembulan masih enggan beranjak dari tempatnya

ketika matahari mulai menampakkan garangnya

masih setia dia

menemani kesedihan ini

 

Kumantrai Bumi dan aku

Thursday, 17 July, 2008

Mantraku telah terpasang dalam keadaan diam

Diantara batubatu yang terdiam diselasela ombakombak

Yang mengalun terombangambing

Sepiku telah terusik oleh celoteh orangorang yang berceloteh

Tak hentihenti didalam gedunggedung dan dibalik mejameja

Hari menjadi suram kelabu dan menjadi terang benderang

Diatas bumi yang terusterus berputarputar

Ejaku semakin membaik semakin hari semakin hari

Kugengggam dunia ditanganku ditanganMU

Kurengkuh sgala hina asa rasa bahagia

Terselip tangisan ratapan dan sedu sedan

Ada sesungging tawa dan kuterbahak tersenyum

Pekik hening pun datanglah wahai kau

Kucabik kebekuan dengan kebekuan yang smakin membeku

Kutenggak setetes dan setetes dan setetes air air segala rasa

Mantraku menjadi semedi yang semakin terdiam terpekur

Semediku membuatku sakti sesakti saktinya

Membuatku tak gentar segala segala

 

Kuterdiam diantara mantramantra yang kumantrakan

 

apa kabar Tuhan ?

Saturday, 5 July, 2008

apa kabar-Mu hari ini Tuhan ?

apakah masih dengan kesibukan yang sama ?

menjawab setiap do’a para pendo’a

atau memberi ganjaran pada para pendosa ?

semoga Engkau tidak lupa

menghapus catatan jelek

dan menuliskan kebahagiaan untukku

buat Ern…

Saturday, 5 July, 2008

Ern,

Kau tahu ?

Ku coba membayangkan pertemuan kita dulu

Yang terjadi setelah beberapa lama tak bertatap muka

Hanya sederet kata yang kau tulis.

Seperti kisah-kisah lama

Penyesalan tak terjadi di saat kita pisah

Malah pertemuan yang jadi menyakitkan

Banyak kenangan yang menjadikannya

Yang ku tahu,

Aku hanya mengikuti naluriku

Untuk mencoba bertahan hidup

Mengikuti rel-Nya

 

Ern,

Andai kau mau mengerti sedikit saja.

Tapi itu akan membuatku mejadi egois

Memaksakan kau untuk memahamiku

Mungkin aku yang salah

Menyuruhmu untuk melupakan semua kenangan kita

Dan ternyata kaupun bosan dengan keluh kesahku

 

Ern,

Andai kau tahu kesedihanku sebenarnya