Archive for September, 2008

pengembara

Monday, 29 September, 2008

kami adalah pengembara

yang sekedar lewat untuk menuju keabadian

sejenak berhenti  di setiap sudut persinggahan

melalui ladang kesabaran dan ketidaksabaran

yang membuat kami ingat dan lupa

siapa diri kami ?

kadang kami bercengkerama

dengan teman seperjalanan

membicarakan segudang hal

yang membebani atau mnyenangkan

kadang muka kami harus berkerut

menaifkan kata hati

 

di perempatan arah angin sejenak kami menyepi

merenungi arti hujan, arti mimpi, dan arti sunyi

bersila di bawah atap bulan

meyimak setiap alunan suci yang menentramkan

 

ada sebagian kami tepekur

ada sebagian kami tak tersentuh

 

kami adalah pengembara

yang sekedar lewat di ujung tikungan

atau hanya singgah di rumah seseorang untuk bersapa

untuk meneruskan perjalanan ke  arah  kata hati

menuju horizon yang tak terbayang

yang telah disiapkan buat kami

sebelum awal perjalanan

 

 ———————————————-

    [renungan : sehari menjelang lebaran]

  *selamat lebaran, maaf lahir dan batin*

———————————————–

Saat hujan tiba-tiba aku teringat

Friday, 26 September, 2008

Tiba-tiba rinai hujan luruh

Membentuk manik berjatuhan satu satu

Tiba-tiba dingin berteman denganku

Menyapa lamunan pada alam

Tiba-tiba aku rindu pada kesunyian

Yang biasanya menemani

Menikmati kesendirian

Dalam relung angan yang tak kunjung datang

Tanpa hujan

Tanpa angin

Tanpa bayangan

 

Aku tak pandai berteka-teki

Yang ku tahu hanya sebuah cerita

Tentang pokok pohon di samping rumah

Yang mejadi naungan bagi seseorang

Yang terbuai dalam khayalannya

Pun masih tanpa nyanyian bahkan bisikan

Masih berandai-andai dia

Dengan tuntunan kitab yang mesti dihafalnya

intermeso

Friday, 26 September, 2008

Jalan itu telah kita lewati berulang kali

….

Rumput dan pohon mungkin mulai bosan

Melihat kisah kita hari ini

dalam tafakur…ku

Friday, 26 September, 2008

di antara sungai kehampaan ada harapan

di antara sepi mengalir ada harap

di antara kebisuan ada diam

di antara keterdiaman ada gumam

di antara gumam ada doa

ada kerinduan terdalam saat ada tangis

ada sentuhan

ingin menyentuh

ingin bersandar

sudikah ?

ada hina saat ingin mengais rasa iba

 

andai di antara kediaman Engkau ulurkan tanganMu

[cintaku]

Thursday, 25 September, 2008

Cinta,

Kau bawa aku melambung dibuai rasa

Kau dekap aku dalam nirwana

Kau beri aku bahagia

Kau tuntun aku saat sesat

Kau elus aku kala resah

Kau tunjukkan aku kasih

Kau memberiku semua

Kau hidupku, kau nafasku

S’lalu beriku semua tanpa kuminta

Tanpa aku harus bertanya

 

Kasih,

Andai bisa kubawa semua bintang di angkasa

Andai dapat ku jerat semua cinta di dunia

Andai aku dapat memberi semua yang kau pinta

Andai aku bisa….

Andai bisa…

Kuyakin semua tak cukup untuk menggantikan

Semua yang telah kau beri

renungan siang ini

Tuesday, 23 September, 2008

hadir kadang membuahkan kepenatan

saat kebohongan mulai memainkan perannya

kesenangan pun mulai menipu dengan seribu dariku

kesedihan seseorang telah merenggut sebagian dariku

tapi aku tak bisa berbuat apa-apa

hanya cerita-cerita nyata maupun dusta

yang bisa mengubahnya

sesaat itu seperti nyata, tapi

apa memang nyata ?

ketika setiap makna menjadi tak bermakna

ketika setiap arti menjadi basi

ketika setiap bentuk memulai perannya masing-masing

tak ada kehampaan tanpaku

 

diam

Friday, 19 September, 2008

dalam diam aku terdiam

dalam diam aku merenung

dalam diam aku berdoa

dalam diam aku merasa

dalam diam aku bersyukur

dalam diam aku memuji

dalam diam hanya pada-Mu

buat…

Thursday, 18 September, 2008

tak akan kumimpikan dirimu dalam tidurku

karena dirimu selalu ada…..

di sudut hatiku….

selalu….

kisah perjalanan

Thursday, 18 September, 2008

kuceritakan :

aku telah sampai di puncak

menadah secangkir air dari mata air

untuk kuminum bersama orang-orang

yang bercerita tentang perjalanan

 

kududuk di dekat pohon tua

di sebuah batu bersusun tiga

di dekat sebuah lampu minyak

yang menghitam oleh jelaga

 

seseorang berkata :

aku menunggu matahari terbit di ufuk

untuk menerangiku meneruskan perjalanan ke arah barat

untuk menjumpai keyakinanku

yang selalu mengawalku berkata-kata

dan menemaniku bercerita

 

kata-kata mengalir bak aliran air yang mengalir di sungai menuju laut

berkata tentang kisah-kisah perjalanan suci mencari batin dan hati

 

air mata air kuteguk dari cangkirnya

sambil memejamkan mata sejenak

menunggu matahari iringi perjalananku

cerita suatu hari

Wednesday, 17 September, 2008

damai

peluk dirimu

kedua tangan mungilmu

kecup bibir kecilmu

sesekali senyum dan tawamu

teriakan nyaring iringi

hentakan tarian kakimu

 

terjatuh, kau bangun

belajar tentang kehidupan

belajar warnai bumi

belajar mencintai, mengasihi

 

buat warnamu, anakku

cari bahagiamu

aku selalu ada

untukmu