gumatya, mungkin ini adalah doa.
bermula di suatu saat,
di penghujung waktu matahari
seorang diri, sepi,
namun tak sunyi
berjalan menyusuri jalan legam,
lurus tak berkelok barang setitik
menghilang di nun, entah
beratap kelam, teduh, tentram
cahaya berpendar, tak surya, tak rembulan
tidaklah gelap, bukanlah benderang,
jauh mata, bertepi putih,
namun tak putih memandang,lapang jernih
rindang, tak berpohon
terus menyusur temaram
tak henti tanya, dimana
sepanjang tapak, sejauh jejak
tercegat pinta, tak berupa
‘menyembahlah, dua helaan saja’
tergelar alas di tengah jalan
suci, menyertai di pijak kaki
kiblat, dia ada di hadapan
uluklah salam, menatap jauh
di ujung utara dan selatan
tafakur sejenak, gaman diletak,
penjaga ruh, lenyap ditangan kanan
:suatu saat, di ujung hari, dan itu, di gathayu
_______________________________
gumatya, ingya arepi ning gathayu (bs. kawi)
sungguh, aku mengharap ada di tempat kebaikan

