Archive for June, 2009

geni kalandara

Sunday, 21 June, 2009

kalandara tertangkap di sudut mata
membuat bayangan pelakon
yang bersiasat menipu hari

lelahkah peluh menyusur tubuh ?
penatkah hari merekam kisah ?
entah, biarkan saja kembang berkisah

cerita silam menggerus waktu
berhawa api, memanas dada
panas, seperti tetes darah menetes
dari ujung pucuk belati.
menetak retak cangkang hati

percayalah, panas tak akan pernah berhasil
mengeringkan otak di balik tengkorak
tak juga menggerus nyali,
di balik tulang iga dia sembunyi.
mengerut kulit, bertabik sang waktu.

sabarlah, bila seserpih asa ternyata
belum bisa membangun kedaton
yang dapat meleram menentram jiwa
padahal telah bertumpuk ingin
menjadikannya tak sekedar angan
menyusunnya satu-satu di keping waktu.
sabarlah.
berharaplah geni kalandara,
semoga dia tak bosan selalu bersama.

debat (,siapa jadi) kusir

Friday, 19 June, 2009

aku kusir
kamu jadi kudanya
piye, setuju ?

aku dan Tuhan

Tuesday, 16 June, 2009

hanya ada aku malam ini
dan Tuhan.
kami berbincang

mungkin aku harus melepasmu

Monday, 8 June, 2009

kubiarkan rindu ini mengikis
berbilang waktu telah berlalu
membiarkan rasa itu terjebak
menyiksa, di balik terali hati

menikmati rindu,
seperti merasakan kabut pagi
menyentuh, namun tak tersentuh

apakah aku harus melepasmu ?
hingga hanya akan hadir
dalam bingkai mimpi
tanpa bisa kumiliki

apakah aku harus melupakanmu ?
seperti sekedar sekelebat bayangan
yang bahkan tak berarti
walau untuk setitik memori

menikmati rindu,
seperti menikmati terbenamnya mentari
indah, sesaat, kemudian sepi

mungkin, aku harus melepasmu

lupa jalan pulang

Wednesday, 3 June, 2009

penggalan, malam
menitikkan air mata.
tetes air, tetes api
beriring, terlantun pesan-pesan
menguntai resah kesah
tak sunyi dan senyap belaka
ada sepoi yang berkisah
kisah yang terus mendesah

penggalan malam
menitik air mata

manusia, menangis
lupa jalan pulang
merindu dan meratapi rumah,
yang telah lama ditinggalkan.

tiga puluh enam

Monday, 1 June, 2009

TUHAN,
terima kasih