Archive for April, 2010

menikmati sajak

Saturday, 17 April, 2010

masih hujan
masih mendung
titiktitik air menyusur
menyusur alur di tanah lengkung
berkejaran bergegas pergi

masih mendung
masih gelap
awanawan memayung
menutup matahari, tutup rembulan
tak jelas siang atau malam

bergelut dengan dunia sungguh melelahkan
andai boleh memilih
lebih baik bersembunyi di alam ruh

melarut dalam drama sungguh melelahkan
seperti topeng yang selalu terpakai
menyekat wajah, pengap
dan percayalah, hati aus karenanya
tak bisa merasa, mati rasa

entah telah masuk babak berapa
entah telah ikut episode apa
hanya menyusur alur di setiap telikung

entah, semacam menikmati sajak-sajak membosankan.

roh hujan

Saturday, 10 April, 2010

hujan telah meninggalkan rohnya
dingin, basah udara yg menerpa
menyingkap angan yg tersimpan
lalu lalang, pamer gambar di balik kepala

hujan telah melepas rohnya
menyesap di tanah, menggelap di sana
dan sepertinya telah tersusun cerita
di tiap tetes yg terdampar, di dahan basah

ada rinai yg tertinggal
ada mimpi yg terpenggal
di tengah jeda hujan

terima kasih, Gusti!

Wednesday, 7 April, 2010

nurani koyak
peluh membasah
benak, meretak
dan matahari menapak jejaknya
dan semesta telah menunjukkan jalan
dan aku telah sesat.

terima kasih, Gusti!