Archive for July, 2010

ini tentang kami

Friday, 16 July, 2010

kami adalah pengembara,
yang singgah pada suatu hari, di suatu tempat di bumi,
menangis tertawa di sepanjang putaran jagad,
menunggu waktu yang tak pernah tertulis di buku.

sesungguhnya, kami hanyalah pengembara,
yang menyusur jalan di setiap aliran nadi,
mengikuti arah angin penuntun nafas,
dan akan selalu menghelanya sampai udara habis.

tautan hujan dan matahari yang telah mempertemukan kami.
menyatukan warna-warna yang kami pikirkan di setiap bincang.

barangkali jingga di timur dan jingga di barat,
turut memberikan warna untuk kami torehkan.
barangkali kelap-kelip bintang di langit malam,
ikut menghias senyum di tiap perjumpaan.
barangkali kesah angin yang mendesah,
membisikkan kata-kata yang menghilang saat pertemuan.
barangkali, tetes hujan adalah tempat semayam rindu kami.

dan mata kami tak bisa berpaling satu sama lain.
dan jemari kami berpadu, mengeja sentuhan-sentuhan.
dan hati bersatu, mencipta rasa, hanya kami yang tahu.

berbincang dalam diam, saling genggam,
melukis tangis dan tawa di sepanjang perjalanan.
menerka-nerka cerita di ujung langkah.

kini kami telah berjanji, untuk tak menapak jejak dalam sendiri.
berbagi setiap letik kisah, dan mengukirnya pada setiap pori.
sesungguhnya nama kami adalah satu, telah ditulis itu pada langit.
jauh sebelum tercipta cerita tentang bumi.

—————————————————————–
: buat Brader KK dan inisial W yang akan menikah.

pamit

Wednesday, 14 July, 2010

aku pamit,
kini hatiku akan pergi
jauh, terlalu jauh untuk menempuh jalan kembali
mungkin dia akan merasa sepi
pasti dia akan sendiri
tapi tak apa.

aku pamit,
mungkin memang kita harus berpisah.
maaf…

aku telah di neraka!

Wednesday, 14 July, 2010

jingga sore telah memekat, kekasih
menjadi temanku menunggu.
menunggu waktu,
menanti kau akan jual nyawaku.
berdoa saja,
andaikan, pada saat itu
masih utuh dia, tak terberai.

:semili demi semili
kelupas muka terkuliti
hingga tak ada lagi tempat
buat sekedar menulis setitik sipu.

:merepih hati terserpih
membuat tanya,
adakah bidang buat melukis
walau hanya segaris cinta di sana?

pekat malam mulai mencekat, kekasih
menjadi kerai di setiap angan.
ah, bila saja bisa kusembunyi di sana,
sambil menyemai luka yang kini telah menjadi nyawa.

tahukah?
saat ini, aku tak lagi perlu
berteriak pada setan, untuk bisa berbincang
cukup bisikan.
itupun rasanya sudah terlalu nyaring.
tahukah kau, mengapa?
karena aku telah di neraka!