menengok tuhan

This entry was posted Friday, 17 April, 2009 at 3:49 am

siang itu,
aku datang
ke rumah tuhan
bedug berdentam,
dada terhantam

hanya menengok, aku
suasana di sana masih sama
penuh gumam dan bisik-bisik doa
ah, itu bukan urusanku

aku datang, hanya ingin menengok tuhan
sekedar memastikan, apakah dia baik-baik saja
soalnya,  sudah beberapa waktu kukirim pesan
tapi belum juga dijawab

apakah dia sedang sibuk ?
entahlah

hari itu, saat kutengok
ternyata dia sedang tak di rumah.

27 Comments to menengok tuhan

  1. Lamaj says:

    April 17th, 2009 at 7:32 am

    Saat aku berkunjung kerumahNYA, aku bertemu Dia
    Bukan dirumahNYA,tapi dijalan menemani seorang pemulung tanpa tangan.
    aku menghampiri dan bertanya , mengapa Engkau pergi saat semua orang berkunjung kerumahMU ?
    Dia hanya tersenyum,dan seolah berkata ” apa kau pikir Aku tidak tahu kau bertendang ?”
    aku percaya saja sehingga aku lanjutkan perjalananku kerumahNya.
    sampai disana aku berkata dalam hati,bahkan sebelahku pun tak mendengar apa yg kukatakan.
    aku pulang dengan tergesa , sampai dibelokan Dia muncul dan berkata ” tadi kamu minta kesembuhan atas flu dan batukmu kan ?”

    membaca ceritamu saat kamu bertemu dengan dia, Mal. menerbitkan satu pertanyaanku.
    ‘dia, hanya bertanya padamu ?’

    [Reply]

  2. mikekono says:

    April 17th, 2009 at 8:55 am

    Tuhan doeloe aku jauh
    kini aku mendekat padaMU
    aku tak mau jauh lagi
    sebab ku tau KAU
    tak pernah tidur
    dan tak mungkin lupa

    benar, tuhan tak pernah tidur dan lupa.

    [Reply]

  3. suryaden says:

    April 17th, 2009 at 8:57 am

    semoga masih ada solusi yang saling memenangkan, mesti tentunya…

    wheleh2, aku kok seperti membaca pidato pejabat mas, hehehe…

    [Reply]

  4. p u a k™ says:

    April 17th, 2009 at 9:07 am

    Sebentar kataNya.. nanti Aku segera menghampirimu.
    Ada yang lebih urgent untuk Kuhampiri.

    Rumah barunya udah rapi lagi nih kayaknya ;)

    ya wis, ngalah lagi wis…
    wong sabar gede rekasane, hehehe…

    iya tuh, tinggal pasang paving block :)

    [Reply]

  5. anakilang says:

    April 17th, 2009 at 9:15 am

    Berdoa, secara langsung atau tidak, juga berarti pengakuan hamba akan kelemahannya di hadapan Tuhan Penciptanya.
    Atau karena biasanya kita ini banyak mempunyai keinginan dan kepentingan sedangkan tangan kita terbatas untuk meraih nya maka berdoa menjadi alternatif.
    Dalam hati bertanya sekian lama berdoa tapi tidak di kabul kan. tampaknya doa kita hanya di anggap angin lalu saja. Apakah cara berdoa kita salah, atau Tuhan sedang sibuk? atau sebuah pernyataan yang sering kita dengar setiap doa akan di kabul kan hanya menunggu waktu yang tepat.
    Atau hati kita yang sudah mati tidak pernah menjalankan perintah dan melanggar semua larangan nya?
    Tuhan, kami sangat sibuk….

    menunggu waktu yang tepat. aku merasa kalimat seperti itu adalah salah satu cara menghibur diri, saat doa2 tak juga terjawab. padahal perintah sudah dijalankan, larangan sudah dijauhi. walaupun untuk mengukur apakah yang kita lakukan sudah benar atau belum, itu adalah sulit.
    sedangkan orang yang berkecimpung dengan larangan2, malah mendapat semua keinginannya.
    nah, mungkin saat membaca kalimatku yang barusan, akan ada yang berkata, bahwa semua keinginan yang terpenuhi itu adalah ujian, adalah salah satu bentuk cobaan juga. weh, betapa enaknya. :)
    tuhan, apakah kau pernah lelah seperti kami…

    [Reply]

  6. Ikkyu_san says:

    April 17th, 2009 at 1:46 pm

    Dia bukan tak ada di rumah
    Dia hanya sedang istirahat
    kecapekan menghadapi manusia
    yang tahunya hanya meminta dan meminta

    saya hanya ingat ada janji,
    ‘memintalah/berdoalah, maka aku/tuhan akan memberi/mengabulkan’
    :)

    [Reply]

  7. Gratcia Siahaya says:

    April 17th, 2009 at 6:50 pm

    Untuk segala sesuatu ada waktunya. Dia lebih tahu saat yg paling tepat untuk menjawab pesan.

    Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
    Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
    ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
    ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
    ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
    ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
    ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
    ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
    Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
    Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
    Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    Untuk segala sesuatu ada waktu-Nya. (dan putaran waktuNya tidak selalu (harus) berbanding lurus dengan putaran waktu kita. setidaknya menurut pengalaman saya yg baru sepenggal ini, hehe.. waktuNya itu: misteri. tapi: selalu indah pada waktuNya.)

    keycode: sabar. (^_-)

    hehe…ini kayaknya kutipan Preacher lagi deh. pasal 3. :)
    sabar, sabar… itu sepertinya memang kata yang paling tepat untuk menghibur diri ya, G. seperti kalimat ‘jalani saja…’. memang semua ada saatnya, memang semua ada waktunya, dan (parahnya), untuk ‘waktu’ itu, tak ada yang bisa memprediksikan. karena walaupun dilogika bisa, dihitung bisa, ternyata masih juga banyak2 meleset. hihihi…
    jadi mikir… sebenarnya mana yang lebih manjur, berdoa atau menjalankan Law of Attraction-nya Michael Losier. karena menurut dia :
    ‘“Apapun yang kamu berikan perhatian, energi dan fokus akan membuat itu masuk ke gelembung vibrasimu. dan itu akan direspon oleh semesta kembali kepadamu dalam jumlah yang luar biasa”
    atau berdoa adalah salah satu dari langkah2 LoA untuk memfokuskan diri ? biar lebih terarah tujuan dan arahnya ?
    tapi, kalau lebih percaya kepada pak Michael Losier itu, zonder berdoa, jangan2 malah terjebak jadi orang atheis. byyyuuuh… padahal di dalam lubuk hati yang paling dalam tetap percaya tuhan seru sekalian alam, sang hyang widhi, sang esa.
    o-o-o, kenapa aku jadi ngelantur kemana2 ini. ck,ck,ck…

    keycode : minumcoklatpanasmenyenangkan ;)

    [Reply]

  8. mascayo says:

    April 18th, 2009 at 12:12 am

    ketika siang seperti itu aku bertandang,
    seringkali aku hanya menumpang,
    tidur …
    agh.. bodohnya aku!

    lho, kalo bertandang, menyapa dan habis itu numpang tidur kan nggak papa, mas ? :)

    [Reply]

  9. Novianto says:

    April 18th, 2009 at 1:43 am

    Kita yang terlalu sibuk atau mungkin pesan dari Tuhan langsung dihapus karena dianggap sebagai spam

    bisa jadi yang kedua itu, mas. dianggap spam. asal jangan terus2an saja, hehehe…

    [Reply]

  10. Yari NK says:

    April 18th, 2009 at 3:52 am

    Saya yakin sepertinya Tuhan sudah menjawab walaupun jawabannya seringkali membingungkan kita dan secara tidak langsung dan tidak sekonyong-konyong. Seringkali pula kita juga tidak mengetahui atau memahami jawaban tersebut karena keterbatasan rasio kita akan makna jawabanNya tersebut…….

    ya,ya… mungkin rasio kita atau bisa dibilang rasio saya yang tidak dapat memahami jawaban itu. mungkin jawaban dari pesan itu sudah lewat berkali2, hanya saja tak pernah (atau karena bebal ?) sehingga tak terasa.
    seperti pengandaian seekor semut yang terjebak di kantong seseorang yang pergi PP jakarta semarang naik pesawat. teman2 semutnya tak akan percaya saat dia bilang pernah ke pergi PP itu dalam satu hari, karena jangkauan rasio semut dan orang tak sebanding. hehehe… ini saya kok malah nggladrah ya ? :D

    [Reply]

  11. MalJa says:

    April 18th, 2009 at 4:13 am

    Semalam aku kembali bersua denganNya,aku bertanya apakah Kamu seorang pemilih ?. Dia bertanya dan berkata pada setiap orang,bahkan Dia melekat pada kita,karena dia lebih dekat dari urat nadi.demikian Dia berkata.
    Dia berkata dan bertanya pada relung jiwa,sehingga aku hanya mengerti apa yg Dia katakan padaku.
    Aku juga sering mengadu padaNYA, hei .. kenapa permintaanku jarang Kau kabulkan ?,tetapi orang yg tidak meminta malah kau kasih.
    Dia berkata: lihatlah dirimu,kau begitu penuh dg noda dan kotoran,bersihkanlah dulu dg ampun yg sebenar2nya,Aku tidak mengabulkan bukan berarti tak sayang padamu,lihatlah yg telah Kuberikan padamu,hitunglah jika engkau mampu.
    berhubung dg limpahan pd orang lain janganlah kau pikirkan,memang demikian aku menguji,apakah kamu berpikir setelah kamu bersumpah setia padaKu, kemudian Aku tidak akan menguji cinta dan setiamu ?
    ini bukan sekedar penghibur,tapi yakinlah bahwa Aku sudah mempersiapkan sesuatu yang indah untukmu.
    aku mengatur nafas,merasakan segala kasih sayangNya dan pulas tertidur.

    ya, ya… aku baru sadar, bahwa pesan2 yang kukirim kepadanya ternyata kosong belaka, tak ada isinya apa2. hueh, itu pasti kesalahanku. atau pesan2 itu tiba2 menguap di tengah jalan gara2 panas dosaku. entahlah… saat ini aku hanya ingin tidur pulas sepertimu, Mal. dan besok bangun pagi terus minum kopi. :)

    [Reply]

  12. laston says:

    April 18th, 2009 at 6:26 am

    Selamat menempati rumah baru ya broi….
    Thanks

    terima kasih, bro :)

    [Reply]

  13. sunarno says:

    April 18th, 2009 at 9:19 am

    hanya berkunjung saja Mas? Tak bercengkerama dengan yang ada?

    wah, mereka sedang asyik dengan doanya mas. nggak berani mengganggu aku.

    [Reply]

  14. Kika says:

    April 18th, 2009 at 10:24 am

    Aku datang, sampai ketemu di Semarang.

    oke deh. sip !

    [Reply]

  15. dyahsuminar says:

    April 18th, 2009 at 12:12 pm

    pesannya belum dijawab oleh Tuhan ?
    Nggak boleh pesan yang aneh aneh lho..Tuhan sibuk mengurus pesan yang baik baik….jadi pesan yang tidak baik..tidak dijawab..

    selamat malam, Bunda.
    wah, pesannya baik2 saja kok. nggak pernah pesan yang aneh2, yang wajar2 saja :D .
    mungkin masih numpuk di kotak pos itu. nunggu giliran…

    [Reply]

  16. edratna says:

    April 18th, 2009 at 2:29 pm

    Tuhan sudah menjawab pesannya, tapi manusia hanya ingin mendengar apa yang diinginkan, sehingga tak tahu apa sebetulnya yang baik bagi dirinya.

    benar belaka bu Enny.
    cuma sekali2 mbok dikasih yang nyaman bagi manusia dan juga baik menurut tuhan gitu lho.
    hehehe… dasar manusia ya, jadi banyak maunya. :D

    [Reply]

  17. DM says:

    April 18th, 2009 at 10:49 pm

    Coba hubungi telponNya. Barangkali kau menekan nomor yang salah.

    Kalau dari sana terdengar: “Telpon yang Anda hubungi sedang sibuk. Cobalah beberapa menit lagi.” -Sabarlah.
    Kalau dari sana terdengar: “Telpon yang Anda hubungi belum terpasang.” -segera pastikan lagi kontak yang mesti kau hubungi.
    Kalau dari sana terdengar: “Anda terhubung dengan mailbox.” -Bertobatlah.
    Kalau dari sana terdengar: “Pulsa Anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini.” -Kau tau apa yang mesti kau lakukan, Sobat! ;)

    bila tak ada sinyal seperti di gunung kelir, tak ada alamat pos, tak ada alamat imel, apa yang mesti dilakukan, sobat ? :)
    hahaha… sudahlah, untuk pertanyaan yang ini nggak usah dijawab :P

    [Reply]

  18. hesra says:

    April 19th, 2009 at 12:38 am

    @DM : boleh saya praktekkan sbg op sel nya? :p

    @ penulis:
    udara ada dimana-mana, hanya klep jantung tak berfungsi.
    bukan Tuhan yang pergi, tapi kita yang menjauhi.
    kalau saya begitu… huehehe…:p

    aku juga bisa begitu… kadang2 nggak begitu boleh kan ? :D

    [Reply]

  19. Raffaell says:

    April 20th, 2009 at 7:51 pm

    Ini kapasitansi tuhan dari mata manusia biasa, hmmmmm kok aku sedikit ngga suka yah bacanya…..hehehehe

    memang banyak yang nggak suka membaca tulisan2 seperti ini kok, bro. aku juga nggak suka sebenarnya, hehehe…

    [Reply]

  20. kartini kampung blagu (2) « surauinyiak says:

    April 21st, 2009 at 4:17 am

    [...] oleh vizon Jantung Viron berdegup kencang. Pikirannya tertuju kepada sahabatnya, Gun. Nada suara Gun yang penuh dengan kepanikan di telepon tadi membuat suasana hati Viron penuh tanda [...]

    saya udah baca, Uda. tapi… belum sempat kasih komen, hehe…
    nunggu lanjutannya nih. :)

  21. Ria says:

    April 21st, 2009 at 2:55 pm

    Aku tak perlu menengok tuhan…karena tuhan selalu ada disini mas…dalam hati dan selalu menyertaiku kemana saja :) tau kenapa? karena Tuhan sangat sayang kepadaku…

    oiya ? aku juga sayang pada tuhan… :)

    [Reply]

  22. racheedus says:

    April 21st, 2009 at 6:28 pm

    Pesan yang kita kirim pada-Nya belum tentu berbuah kebaikan jika dijawab oleh-Nya. Dan Dia memang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

    ‘Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.’

    dan itu adalah penggalan Al-Baqarah : 216, mas.
    dan, saya sadar akan itu… :)

    [Reply]

  23. Retie says:

    April 21st, 2009 at 7:30 pm

    walah mas saking lamanya aku ngga nengok ke istanamu di dunia maya ehhh ternyata pindahan tho.
    sssttt, mas ta bisikin ya, kemarin jum’at tuch Tuhan lagi nemenin aku, aku rada ngga enak badan yaaa jadinya Tuhan itu nemenin aku gitu. sekarang aku udah sembuh, tapi ngga tahu Tuhan di mana, aku telponin dari hari sabtu sampe sekarang telpku ngga di angkat je… ya akhirnya aku titip pesan, maturnuwunku kagem Tuhan :D piye kabarmu mas?

    hoi, lama sekali memang kamu nggak muncul, Retie. apa kabar ?
    oke deh, nanti akan kusampaikan sekalian, saat dia sudah menjawab pesanku. oke ? :)

    [Reply]

  24. Eka Situmorang-Sir says:

    April 22nd, 2009 at 7:31 am

    Tuhan hanya sejauh doa…
    kalo memang belum di jawab… heeemmm…
    barti memang harus terus berdoa mas :)

    yah, mari terus berdoa sepanjang masa…
    sabar… itu kuncinya. bener kan , Ka ? :)

    [Reply]

  25. ipi says:

    April 23rd, 2009 at 9:25 am

    puisinya bagus bang,tp takut dosa hehhehe. Jgn cuma nengok aza dung, ajaklah tuhan bercengkerama.Mgkn pesanmu ga nyampe krn operator sibuk mknya tuhan lom jawab
    Ato mgkn juga tuhan telah menjawabnya secara tdk lgsg
    ah…abang, dirimu sungguh berbakat

    :)

    [Reply]

  26. The Bitch says:

    May 15th, 2009 at 2:44 pm

    idih. pundung. suka2 Tuhan lah mo ngapain. mungkin tuhan lagi nge-bonding rambut, biar tambah keren. atau lagi keramas.

    kemaren Tuhan ke kamarku. sepertinya habis krimbat. rambutNya wangi. jadi pen duduk deket2an. terus Tuhan curhat. gini:
    “manusia itu ya, Nduk. Tak tinggal bentar aja pada protes. padahal Aku sering ditinggal mereka yo santay2 aja. rumangsanya aku ini satpam komplek po, selalu siap sedia”

    terus Tuhan tak peluk. tak bisikin: “sabar ya, Han. namanya juga manusia…”

    [Reply]

  27. KangBoed says:

    May 16th, 2009 at 9:09 pm

    ooo.. Tuhannya lagi pergi yaaaaa.. *manggut manggut*.. kemana lagi ya mencari Tuhan.. kalo di rumah rumah Tuhan sudah gak ada lagi.. hmm.. cape deeeh.. duduk bentar.. melamun.. eeee.. kok dalam diriku bertemu Tuhan.. weleh weleeeeh.. maunya tuuh..
    Salam Sayang

    [Reply]

Leave a comment