di titik air yang terakhir

This entry was posted Wednesday, 4 November, 2009 at 3:17 pm

kuutus rohku untuk menyapamu.
menciumi mimpimu.
dan bulan pun terpenggal.
menyisakan senyuman di balik awan.
mestikah hujan mengumbar tangisnya?
tak apa.
rinainya akan menghias malam.
maniknya akan mengusir kebisuan.
menampar jendela kaca yang mulai kusam.
menikam bumi.
menikam waktu.
membelai dedaun yang membatu, kelu.
di penghujung waktu.
kuutus rohku untuk menciummu.
di titik air yang terakhir.

No comments yet.

Leave a comment