luluh lantak
mendung memayung
malam, membuat kekat dalam gelap
jingga segaris menggaris mata, lenyap
dan pekat memburai meruap
cenung, di sudut entah
rombang-rambing sudah di batas
seolah lantang menantang mati.
apakah nafas telah luyu lelah?
apakah tertampak muka angkara?
apakah api telah merubung raga?
bosan, mendominasi, makin keji.
hei, bagaimana kalo kita bilang sama Tuhan,
biar secepatnya merampungkan dunia.
anggaplah kita minta kiamat besok,
dan kemudian terbangun di akhirat.
:
Gusti,
luluhlantakkanlah semesta ini.
hancur.
lebur.
biar menyatu dengan repihanku.

