resah

This entry was posted Saturday, 6 February, 2010 at 11:03 pm

gerah.
ingin menggusah ampiran setiap resah
yang terungkat setiap kali.

gelisah.
baiknya meninggalkan kesah-kesah itu
di padang entah
atau menguburnya jauh,
sangat jauh di dalam lemah
dan melupakannya.
tak usah ada nisan.
biarkan dia melebur bersama tanah.
mungkin pada saatnya akan menguap
bersama matahari yang biksah
yang akan memanaskannya
hingga merepih setitik sari
dan tak lagi menyesak bila terhirup.

1 Comment to resah

  1. narno says:

    March 9th, 2010 at 10:33 am

    kenapa musti resah Mas?

    [Reply]

Leave a comment