menikmati sajak

This entry was posted Saturday, 17 April, 2010 at 10:05 pm

masih hujan
masih mendung
titiktitik air menyusur
menyusur alur di tanah lengkung
berkejaran bergegas pergi

masih mendung
masih gelap
awanawan memayung
menutup matahari, tutup rembulan
tak jelas siang atau malam

bergelut dengan dunia sungguh melelahkan
andai boleh memilih
lebih baik bersembunyi di alam ruh

melarut dalam drama sungguh melelahkan
seperti topeng yang selalu terpakai
menyekat wajah, pengap
dan percayalah, hati aus karenanya
tak bisa merasa, mati rasa

entah telah masuk babak berapa
entah telah ikut episode apa
hanya menyusur alur di setiap telikung

entah, semacam menikmati sajak-sajak membosankan.

9 Comments to menikmati sajak

  1. suryaden says:

    April 17th, 2010 at 10:48 pm

    oh.. saatnya
    merenda kalbu temui rindu

    [Reply]

    goenoeng Reply:

    apa maksud’e kuwi, Dab? :)

    [Reply]

  2. ikkyu_san says:

    April 18th, 2010 at 4:45 am

    ya, menjalankan skenario hidup sungguh melelahkan!

    EM

    [Reply]

    goenoeng Reply:

    begitulah Mbak Imel. sungguh melelahkan…

    [Reply]

  3. latree says:

    April 19th, 2010 at 12:56 pm

    ikut arus.
    bener2 ga bisa uwal?

    [Reply]

    goenoeng Reply:

    uwal untuk kemudian terseret arus lainnya.

    [Reply]

  4. mikekono says:

    April 26th, 2010 at 8:41 am

    masih panas…
    mendidih mengganas…
    pedih memelas…

    [Reply]

  5. vizon says:

    May 1st, 2010 at 8:46 am

    menjalani lakon kehidupan memang melelahkan…
    tapi, hey… Sang Sutradara ternyata cukup arif bijaksana
    Ia beri kita kebebasan memilih skenario yang kita suka,
    sehingga drama ini semakin indah terasa… :)

    [Reply]

  6. anakilang says:

    May 19th, 2010 at 4:02 pm

    Kadang memang melelahkan, tergantung bagaimana kita menjalani nya saja. *aih..gaya banget* hehehe..

    [Reply]

Leave a comment