menikmati sajak
masih hujan
masih mendung
titiktitik air menyusur
menyusur alur di tanah lengkung
berkejaran bergegas pergi
masih mendung
masih gelap
awanawan memayung
menutup matahari, tutup rembulan
tak jelas siang atau malam
bergelut dengan dunia sungguh melelahkan
andai boleh memilih
lebih baik bersembunyi di alam ruh
melarut dalam drama sungguh melelahkan
seperti topeng yang selalu terpakai
menyekat wajah, pengap
dan percayalah, hati aus karenanya
tak bisa merasa, mati rasa
entah telah masuk babak berapa
entah telah ikut episode apa
hanya menyusur alur di setiap telikung
entah, semacam menikmati sajak-sajak membosankan.


suryaden says:
April 17th, 2010 at 10:48 pm
oh.. saatnya
merenda kalbu temui rindu
[Reply]
goenoeng Reply:
April 19th, 2010 at 2:20 pm
apa maksud’e kuwi, Dab?
[Reply]
ikkyu_san says:
April 18th, 2010 at 4:45 am
ya, menjalankan skenario hidup sungguh melelahkan!
EM
[Reply]
goenoeng Reply:
April 19th, 2010 at 2:21 pm
begitulah Mbak Imel. sungguh melelahkan…
[Reply]
latree says:
April 19th, 2010 at 12:56 pm
ikut arus.
bener2 ga bisa uwal?
[Reply]
goenoeng Reply:
April 19th, 2010 at 2:22 pm
uwal untuk kemudian terseret arus lainnya.
[Reply]
mikekono says:
April 26th, 2010 at 8:41 am
masih panas…
mendidih mengganas…
pedih memelas…
[Reply]
vizon says:
May 1st, 2010 at 8:46 am
menjalani lakon kehidupan memang melelahkan…
tapi, hey… Sang Sutradara ternyata cukup arif bijaksana
Ia beri kita kebebasan memilih skenario yang kita suka,
sehingga drama ini semakin indah terasa…
[Reply]
anakilang says:
May 19th, 2010 at 4:02 pm
Kadang memang melelahkan, tergantung bagaimana kita menjalani nya saja. *aih..gaya banget* hehehe..
[Reply]