aku milik malam, kelam
seperti pekat di tengah kegelapan
memburai perut terang
ke dalam keping-keping
tak berbentuk
tak bersahabat, bahkan pada celoteh
celoteh bintang
aku adalah senyap
di sepanjang lorong ramai
di tengah pesta dan kegembiraan
menceraiberaikan suara sorak
yang bersipongang
tak bersahabat, bahkan pada bisikan
bisikan angin
aku adalah pengelana
beku menyatu dengan jalan
diam membisu berkawan cacian
menari di sepanjang lintasan loka
acuhkan teja di cakrawala
sendiri, meretas hari
aku,
aku adalah kepingan
yang tak kunjung utuh
yang tak kunjung utuh
yang tak kunjung utuh

