Posts tagged with “buat”

buat Kin di kedamaian…

Thursday, 27 November, 2008

Dear Kin,

Dedaunan layu berjatuhan, ketika aku menulis ini Kin.
Rinduku mungkin telah mencapai puncak.
Ingin aku bertemu dengan kamu, seperti dulu.
Tapi aku sadar kita tak akan bisa ketemu.
Kadang aku terbangun tengah malam,
hanya untuk melihat ke luar jendela,
mencarimu diantara bintang yang ada di langit,
sambil berharap kamu di sana.
Tapi selalu aku mendesah kecewa,
aku tak berhasil menemukanmu di sana.

Mungkinkah kamu melihatku Kin ?
Kesendirianku menjalani hari-hari yang terlewat,
seolah membuatku semakin rapuh.
Seingatku, selama ini hanya kamu yang bisa membuat hari-hariku berwarna.

Kin,
Aku selalu berharap kamu ada di sini,
menemaniku duduk-duduk di taman itu,
seperti dulu.
Atau kita berjalan-jalan seolah kita tak punya lelah.
Atau kadang juga kita cuma bengong berdua.
Kita ngobrol tentang semua, tentang aku, tentang kamu,
tentang kita, tentang apa saja.
Kadang kita marahan, tapi cuma sebentar.
Dulu kamu pernah bilang, tak ada gunanya hari-hari kita,
kita isi dengan saling marahan.
Aku ingat, kamu yang selalu berusaha mengalah.
Terima kasih Kin, kamu begitu baik selalu mengalah untukku.
Sorry, aku sering membuatmu jengkel.
Maaf ya, sayang….

Kalau ingat itu Kin, aku jadi tambah kangen padamu,
ingin aku memelukmu,  minta maaf padamu,
dan janji, untuk selalu menjagamu.
Mungkin juga aku ingin mencium pipimu, sedikiiitt.. saja.
Tapi Kin, itu cuma harapan.
Kamu tak ada di sini.
Tak akan ke sini.
Kerinduanku semakin dalam Kin.

Kin sayang,
Kamu ingat ketika pertama aku menciummu di taman ?
Kamu tahu betapa bahagianya aku waktu itu.
Membuatku merasa semakin cinta kamu.
Aku tahu waktu itu tanganmu juga dingin, sama seperti tanganku.
Hehe, ciuman pertama kita.
Habis itu kamu menunduk malu.
Kemudian kita berdua hanya diam, bahagia, tangan kita saling berpegangan,
melihat kunang-kunang yang berusaha menyaingi sinar bintang.
Bahagia.
Masih kuingat, sepi sekali waktu itu,
hanya sesekali terdengar suara serangga malam.
Kita juga terus diam, hanya sesekali berpandangan
dan kemudian saling senyum.
Hanya nafas kita mengiringi berlalunya waktu.

Kin yang baik yang selalu aku sayangi,
Saat ini entah sudah detik keberapa
(aku sendiri tak tahu),
berlalunya waktu tanpa kehadiranmu.
Setiap detik yang begitu berarti, ketika kita sedang berdua.
Seolah-olah esok tak ada waktu lagi untuk kita.

Tapi detik-detik ini aku hanya sendiri, Kin.
Hampa rasanya.
Apakah kamu juga merasa begitu ?

Kin,
Hariku bermain sendiri, tak ada suara kamu yang menemaniku bernyanyi.
Mungkin Si Aprodite, terlalu manjur mantranya ya Kin ?
Mungkin juga Si Cupid yang ikut campur ngasih mantra,
tapi memang rasa sayangku, rasa cintaku padamu,
sampai sekarang masih seperti dulu.
Hanya, kalau dulu begitu kangen kamu ada.
Sekarang mau kemana kalau aku kangen kamu, Kin ?
Aku hanya bisa menatap ke langit,
sambil sesekali berharap kamu ada di sana,
kemudian datang ke tempatku,
biar bisa kupandang kamu sampai kamu bosan.

Kin sayang,
Ku harap kau tersenyum di sana, di sisiNya, memandangku di sini.
Katamu dulu kamu bahagia kalau aku bahagia.
Aku akan bahagia Kin, selalu mendoakanmu di sini.
Aku akan selalu tersenyum buatmu Kin, Kin sayang.
Biarlah semua kenangan indah tentangmu akan selalu menemaniku, di sini.
Hari-hari yang kita lalui akan kujadikan lukisan di hatiku.
Hatimu, sayangmu padaku, cintamu.
aku tahu sampai saat terakhir hidupmu tidak berubah padaku.
Terima kasih Kin, kamu membuat hidupku berarti.

Tuhan,
kutitipkan Kin padaMu.
[ edited : today ]